Tampilkan postingan dengan label Artikel Kimia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel Kimia. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 29 Desember 2012

Mengenal Senjata Kimia

Apa itu senjata kimia..? Senjata kimia adalah senjata yang memanfaatkan sifat racun senyawa kimia untuk membunuh, melukai, atau melumpuhkan musuh. Penggunaan senjata kimia berbeda dengan senjata konvensional dan senjata nuklir karena efek merusak senjata kimia terutama bukan disebabkan daya ledaknya.
Menurut Konvensi Senjata Kimia (Chemical Weapons Convention), yang dianggap sebagai senjata kimia adalah penggunaan produk toksik yang dihasilkan oleh organisme hidup (misalnya botulinum, risin, atau saksitoksin). Menurut konvensi ini pula, segala zat kimia beracun, tanpa memedulikan asalnya, dianggap sebagai senjata kimia, kecuali jika digunakan untuk tujuan yang tidak dilarang (suatu definisi hukum yang penting, yang dikenal sebagai Kriteria Penggunaan Umum, General Purpose Criteron).
Sejarah senjata kima dimulai Hampir satu abad lalu, penggunaan senjata kimia skala besar pertama kali terjadi pada tahun 1915 selama Perang Dunia I, ketika tentara Jerman melepaskan gas chlorine yang terkompresi dari 5730 kontainernya pada saat angin bertiup kearah Perancis yang berjarak beberapa ratus yards. Phosgene dan berbagai senjata kimia lain juga digunakan dalam perang hingga pada puncaknya Jerman mengenalkan “mustard gas” pada tahun 1917. Pada akhir PD 1 tahun 1918, semua kubu perang telah menggunakan berbagai macam senjata kimia mematikan.
Senjata kimia pemusnah masal memang telah digunakan pada awal tahun 1900-an, diikuti dengan senjata biologis yang berstatus “weapons of mass destruction” pada tahun 1930-an lalu bom nuklir pada tahun 1940an. Protokol Geneva yang ditandatangani pada tahun 1925 kini telah membatasi penggunaan senjata kimia dan biologis. Walaupun sebagian besar negara yang hadir pada menyetujui perjanjian tersebut, U.S bersikeras menolaknya hingga tahun 1975.
Berbagai senjata kimia yang digunakan seperti Gas air mata,istilah yang digunakan untuk menyebut gas kimia yang digunakan untuk melumpuhkan dengan menyebabkan iritasi pada mata dan/atau sistem pernapasan. Gas air mata bisa disimpan dalam bentuk semprotan maupun granat. Alat ini sangat lazim digunakan oleh kepolisian dalam melawan kerusuhan dan dalam penangkapan. Bahan kimia yang sering dipakai pada gas air mata antara lain gas CS, CN, CR, dan semprotan merica gas OC.
Sianida adalah senyawa kimia yang mengandung kelompok siano C≡N, dengan atom karbon terikat-tiga ke atom nitrogen. Kelompok CN dapat ditemukan dalam banyak senyawa. Beberapa adalah gas, dan lainnya adalah padat atau cair.
Phosgene, Senyawa ini tidak berwarna dan sangat beracun, berbau sangat menyengat pada konsentrasi tinggi. Phosgene lebih berat 3,43 kali dari pada udara, memiliki titik leleh pada -118 C dan titik didih pada 8,3 C. Phosgene beracun pada konsentrasi diatas 50 ppm (parts per million) udara. Selama Perang Dunia 1, senyawa ini digunakan sebagai senjata kimia pembunuh masal, dan sekarang senyawa ini digunakan sebagai senyawa pertengahan pada sintesa senyawa organik seperti carbonic esters, isocyanates, polyurethanes, dan digunakan dalam pembuatan pewarna. 
Chlorine Gas, Pada temperatur ruangan, senyawa murni Cl ini berbentuk gas berwarna kuning kehijauan dan berbau menyengat pada konsentrasi tinggi. Senyawa murni Cl tidak tesedia bebas diudara, akan tetapi berikatan dengan senyawa lain. Chlorine mudah bereaksi dengan air, logam dan bahan organik. Chlorine memiliki titik leleh pada -101 C dan titik didih pada -34,05 C pada tekanan atmosfer. Penggunaan Chlorine sebagai senjata kimia tercatat mulai Perang Dunia 1 dan kini senyawanya digunakan sebagai bahan pemutih pada kertas, membunuh bakteri, pembuatan bromine, tetraethyl dan berbagai produk lainnya.
Agent Orange, Senyawa yang digunakan untuk membunuh tanaman semasa Perang Vietnam ini disebut Orange karena kontainer pembawa senyawa ini berwarna oranye. Beberapa senyawa herbisida lain yang terkenal pada selama perang tersebut antara lain Agent Blue dan Agent White. Agent Orange ini mengandung senyawa samping dioxins yang sangat berbahaya bagi hewan dan manusia. Dioxins dapat menyebabkan cacat lahir dan kangker langka dan memiliki efek yang berkepanjangan. Penggunaan senyawa ini selama Perang Vietnam di tahun 1970 masih ditemukan dampaknya pada anak-anak yang lahir di tahun 1996.
Nerve Gas, Sebagian besar gas syaraf termasuk jenis organophosphates, sebuah tipe yang awalnya dikembangkan untuk digunakan sebagai pestisida. Beberapa tipe yang ada termasuk inisialnya adalah Tabun (GA), Sarin (GB), Soman (GD), dan yang paling berbahaya VX. Seseorang yang menyentuh benda yang terkena VX, akan langsung terkontaminasi dosis yang berbahaya dan senyawa VX akan terus berada pada tubuh korban selama berminggu-minggu kemudian. (Cosmas Surya P)
 
Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Senjata_kimia
http://absoluterevo.wordpress.com/2011/12/12/senjata-kimia-pemusnah-masal/
http://id.wikipedia.org/wiki/Gas_air_mata
http://id.wikipedia.org/wiki/Sianida
http://teknologi.inilah.com/read/detail/1021102/sejarah-kelam-senjata-kimia-korea-utara
Sumber Gambar:
http://hizbut-tahrir.or.id/2009/01/07/biadab-israel-gunakan-senjata-uranium-dan-posfor-putih-yang-mengerikan/

Xylitol Manis dan Sehat


 Nama Xylitol mungkin tidak asing di telinga anda, karena ada pada beberapa produk permen bahkan pasta gigi yang beredar di pasaran. Sebenarnya xylitol itu sendiri  apa? Apa yang menjadi kelebihannya?.  
Tingkat kemanisan xylitol yang setara dengan sukrosa (gula dapur) membuatnya banyak digunakan sebagai pemanis produk makanan, Kelebihannya dibanding sukrosa adalah energinya yang lebih rendah, yaitu hanya 2.4 kalori/gram dibanding dengan sukrosa yang mencapai 4 kalori/gram.
Xylitol adalah senyawa kimia organik yang digunakan sebagai pemanis buatan pengganti gula. Rumus kimia xylitol adalah (CHOH)3(CH2OH)2. Gula alkohol ini dapat dijumpai secara alami pada berbagai buah dan sayuran, Saat ini xylitol banyak dimanfaatkan untuk memberi rasa manis pada berbagai merk permen karet di seluruh dunia.
Xylitol sebenarnya bukan merupakan molekul gula monosakarida (gula tunggal) yang memiliki gugus kimia aldehida (seperti pada glukosa) atau keton (seperti pada fruktosa). Gula langka ini merupakan senyawa berkarbon lima dengan lima gugus alkohol/hidroksil (disebut juga pentitol). Xylitol disebut gula langka karena hanya sedikit terdapat pada buah dan sayuran alami dan pembuatannya boleh dikatakan cukup sulit dibanding senyawa pemanis lainnya. Oleh karena itu dari segi harga pun, xylitol merupakan salah satu pemanis termahal dibanding pemanis lainnya.
Selain digunakan sebagai pemanis, xylitol ternyata memiliki berbagai manfaat kesehatan. Beberapa penelitian membuktikan bahwa xylitol tidak menyebabkan kerusakan gigi. Penelitian lain di Finlandia menyimpulkan bahwa xylitol mampu meningkatkan kepadatan tulang, sehingga dapat digunakan untuk melawan osteoporosis
Walau berperan sebagai pemanis, xylitol juga mempunyai khasiat yang baik bagi kesehatan gigi kita. Rasa manis xylitol tidak akan membuat gigi kita berlubang. Mengkonsumsi permen karet dengan kandunggan xylitol adalah cara terbaik untuk mendapatkan gigi yang sehat. Permen karet berfungsi sebagai media “pembawa”, sedangkan xylitol berperan sebagai pembersih gigi dari semua bakteri perusak yang mungkin akan menumpuk menjadi plak.
Bakteri yang menyebabkan gigi berlubang adalah Streptococcus mutans yang memfermentasikan gula dan kabohidrat untuk dikonsumsi. Dan asam yang dihasilkan dalam proses tersebut akan mengkikis email gigi dan memicu terjadi kerusakan pada gigi kita. xylitol juga dapat mencegah pertumbuhan bakteri di dalam mulut, melawan plak pada gigi, membantu penyerapan fluoride alami, dan  mengurangi berbagi insiden kerusakan gigi.
Xylitol mempunyai bentuk dan rasa yang sama dengan gula. Namun kandungan kalori 40% lebih sedikit, kabohidrat 75% lebih sedikit dan GI (Glycemic Index) yang rendah . Ini membuat xylitol aman dikonsumsi oleh siapa saja, baik penderita diabetes, hypoglycemia dan orang-orang yang peduli dalam mencapai dan mendapatkan berat badan ideal.
Tetapi  gula langka ini memang sulit diperoleh secara alami dan harus disediakan lewat jalan sintesis kimiawi atau biologis. Jalur sintesis kimiawi untuk xylitol antara lain dengan hidrogenasi D-xylosa menggunakan katalis logam. Namun, dikarenakan D-xylosa merupakan prekursor yang cukup mahal, saat ini para ilmuwan tengah mengembangkan teknik sintesis xylitol dari D-glukosa.
Selain sintesis secara kimiawi, metode sintesis lainnya yang paling banyak digunakan adalah dengan metode bioteknologi mikrobiologi. Metode ini menggunakan mikroorganisme yang diberi “makan” berupa gula xylosa sehingga akan menghasilkan xylitol yang kemudian akan dipanen. Mikroorganisme yang cukup potensial untuk menghasilkan xylitol antara lain ragi Saccharomyces cereviseae dan Candida utilis. Kelebihan metode ini ialah hasilnya yang mencapai persentase yang lebih tinggi dibanding sintesis kimiawi yaitu hingga mencapai 95% hasil. Tetapi jelas metode ini membutuhkan fasilitas teknologi yang maju dan relatif mahal. (Cosmas Surya P)
Sumber :
http://www.chem-is-try.org/artikel_kimia/mengenal-xylitol-gula-langka-yang-menyehatkan/
http://www.preventionindonesia.com/article.php?name=/xylitol--pengganti-gula-yang-menyehatkan
http://id.she.yahoo.com/kandungan-xylitol-permen-karet-ampuh-bersihkan-gigi-064852475.html
http://sunningdaledentalblog.files.wordpress.com
http://www.apoteker.info/
http://lapar.com/makanplus/apa-itu-xylitol/
Sumber Gambar:
http://www.healthyfellow.com/107/xylitol-for-dental-health/

Mengelola Gula Darah Saat Puasa

Gula darah dalam dunia kedokteran merupakan istilah yang mengacu kepada tingkat glukosa di dalam darah. Konsentrasi gula darah atau tingkat glukosa serum diatur dalam tubuh, glukosa dialirkan melalui darah merupakan sumber energy untuk sel-sel tubuh.
Kadar gula darah (KGD) yang normal dalam tubuh bervariasi antara 70-150 mg/dl (4-8 mmol/l) dan biasanya meningkat sesaat setelah makan dan biasanya berada pada level terendah pada pagi sebelum sarapan.
Meskipun disebut “gula darah” selain glukosa ada jenis-jenis gula lainnya seperti fruktosa dan galaktosa, namun hanya tingkat glukosa yang diatur melalui insulin dan leptin. Apabila kadar gula seseorang diatas batas normal berarti orang tersebut mengalami hyperglikemia yang dikenal dengan “Diabetes Mellitus (DM)”.
Kadar gula darah yang berlebihan disebabkan oleh tidak sempurnanya proses metabolisme  zat makanan dalam sel tubuh. Di dalam sel, sari-sari makanan diubah menjadi energi yang diperlukan tubuh. Jika proses pengangkutan zat gula darah (glukosa) ke dalam sel terganggu, maka glukosa tidak dapat diserap ke dalam sel dan tertinggal di dalam darah. Inilah yang menyebabkan kadar gula darah menjadi tinggi dan penyerapan glukosa ke dalam sel  dibantu oleh hormon yang disebut insulin.
Pada diabetes, kadar gula darah terlalu tinggi namun pada hipoglikemia kadar gula darah yang terlalu rendah. Kadar gula darah yang terlalu rendah menyebabkan berbagai sistem organ tubuh  mengalami kelainan fungsi. Sebagian orang merasa mengantuk atau fungsi kognitifnya menurun beberapa jam setelah makan, yang mereka yakini berkaitan dengan menurunnya tingkat gula darah, atau "gula darah rendah".
Otak memberikan respon terhadap gula darah yang rendah dan melalui sistem saraf merangsang kelenjar adrenal untuk melepaskan epinefrin (adrenalin), guna melepaskan gula agar kadarnya dalam darah tetap terjaga, jika kadarnya menurun maka akan terjadigangguan fungsi otak.
Seseorang yang sering mengalami hipoglikemia terutama penderita diabetes hendaknya selalu membawa tablet glukosa karena efeknya cepat timbul dan memberikan sejumlah gula yang konsisten. Baik penderita diabetes maupun bukan sebaiknya sesudah makan gula diikuti dengan makanan yang mengandung karbohidrat yang bertahan lama seperti roti gandum atau biscuit.
Cara terbaik untuk mengontrol hipoglikemia adalah melalui pola makan yang serupa dengan yang digunakan untuk mengendalikan diabetes mellitus: pengurangan gula sederhana, asupan besar karbohidrat kompleks, serta penambahan frekuensi makan. Permen, soda, dan bahkan jus buah (dimana produsen sering mempermanisnya dengan banyak gula) adalah tinggi gula dan harus dihindari. Makanan yang tinggi dalam serat larut memperlambat penyerapan karbohidrat dan membantu mencegah naik turunya kadar gula darah. Bagi beberapa orang, buah juga dapat menjadi tambahan baik sebagai fruktosa gula alami dalam buah  yang tidak memerlukan insulin untuk diserap ke dalam sel-sel tubuh.
Sayuran tidak hanya baik dikonsumsi malam hari ketika seseorang diet, karena mengonsumsi sayuran yang tepat di pagi hari bisa membantu mencapai kadar gula darah ke tingkat normal sekaligus memberikan nutrisi penting. Kadar gula darah yang tinggi atau disebut dengan hiperglikemia ditandai dengan rasa haus yang meningkat, ingin buang air kecil terus, penglihatan yang sedikit kabur serta kelelahan.  Beberapa sayuran diketahui bisa membantu menurunkan atau menstabilkan kadar glukosa dalam darah. Hal ini karena sayuran mengandung serat sehingga bisa membantu menurunkan gula darah, Makanan yang diketahui mengandung serat larut bisa membantu menurunkan gula darah, seperti sayuran wortel, brokoli, kembang kol, buah bit, jamur tertentu serta sayuran hijau termasuk bayam dan kangkung.
Sayuran ini bisa dicampur dengan makanan sarapan pagi, misalnya mencampur telur dengan brokoli, asparagus dan sedikit keju cheddar, atau mengonsumsi telur rebus dan daun bayam. Selain itu sayuran ini juga bisa dijus, misalnya jus wortel, jus bit atau bayam. Sebaiknya hindari kacang polong, jagung atau labu di pagi hari. Jika konsumsi sayuran dalam kaleng maka baca label karena biasanya mengandung gula tambahan.
Bulan Ramadhan semakin dekat dan sebaiknya perhatikan pola makan saat berpuasa. Berpuasa selama 14 jam sebenarnya tak lantas membuat tubuh lemas asalkan mengatur pola makan seperti berikut :
Pola makan saat sahur
Saat sahur, setelah bangun tidur, makanlah makanan lengkap. Perbanyak sayur dan buah, minum air putih empat gelas hingga waktu imsak, dan hindari gula -termasuk teh manis. Saat sahur, makanlah makanan yang mengandung sumber karbohidrat kompleks, protein, dan lemak sehat. Mengonsumsi karbohidrat kompleks membuat penyerapan di saluran cerna lebih lambat sehingga tak mudah lapar.Jika banyak makan manis, termasuk teh manis, kadar gula darah memang akan melonjak naik namun akan cepat turun kembali. Siang menjelang sore tubuh sudah mulai lemas. Pola makan ini akan membantu tubuh Anda menjaga sumber energi dan menstabilkan gula darah. Meskipun saat berpuasa, gula darah cenderung akan turun namun tidak drastis dengan pilihan makanan yang tepat.
Pola makan saat berbuka puasa
Saat datang waktu berbuka, kadar gula darah semakin rendah. Sebaiknya segera berbuka untuk meningkatkan kembali energi agar tubuh tidak lemas. Makan dan minum yang manis saat berbuka sangat dianjurkan, namun pilih makanan dan minuman yang sehat. Ganti teh manis atau kolak dengan jus buah (sari buah) agar kadar gula naik dan tubuh kembali berenergi. Pilih buah tanpa serat karena tubuh butuh penyerapan yang cepat, yakni buah yang banyak airnya seperti jeruk, melon, dan semangka. Setelah berbuka dengan jus (sari buah) lanjutkan dengan makanan lengkap, dengan porsi yang sama seperti saat sahur.  (Cosmas Surya Pambudi)
Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Gula_darah
http://www.hd.co.id/info-medis/memelihara-kadar-gula-darah-yang-normal
http://majalahkesehatan.com/cara-mengukur-gula-darah-sendiri/
http://medicastore.com/penyakit/315/Hipoglikemia_kadar_gula_darah_rendah.html
http://www.jusnoniku.com/2011/08/tetap-energik-dan-sehat-selama-berpuasa.html
http://infopemanasanglobal.wordpress.com/2012/05/31/mencegah-gula-darah-rendah/
http://www.solopos.com/2012/lifestyle/kesehatan/gula-darah-turunkan-kadar-gula-darah-dengan-mengonsumsi-sayur-di-pagi-hari-169685
Sumber Gambar:
http://klinik-sehat.com/2009/10/26/atur-kadar-glukosa-darah-dengan-smbg/

Sugar Free, Zero Calorie, Zero Sugar

Seiring meningkatnya kesadaran masyarakat untuk memerhatikan kesehatan seperti mengurangi asupan lemak dan gula, makin marak pula makanan dan minuman yang mengklaim sebagai makanan dan minuman  “sehat”. Dan kini makin banyak saja yang menggunakan kata-kata “zero calorie”, “zero sugar” atau “sugar free” pada kemasannya.
Tetapi, sebelum Anda membeli berbagai produk tersebut, sebaiknya periksa dulu dengan cermat daftar komposisi bahan yang tertera pada kemasan. Karena, beberapa jenis makanan dan minuman yang menawarkan rasa lezat tapi rendah kalori itu, jika dikonsumsi berlebihan, justru bisa berdampak buruk pada kesehatan.
Hal itu terjadi karena adanya zat pemanis atau penambah rasa buatan. Makanan dan minuman manis yang mengklaim sebagai bebas gula atau bebas kalori, bisa jadi menambahkan sakarin sebagai pemanis buatan. Sakarin memang merupakan zat yang bebas kalori. Karena sakarin bukan gula, maka sah saja bila produsen mencantumkan “sugar free”, “zero calorie”, “zero sugar”  dalam kemasannya .
Sakarain itu sendirimerupakan pemanis buatan yang memiliki struktur dasar SULFINIDA BENZOAT , struktur  Karena tidak strukturnya berbeda dengan karbohidrat, sakarin tidak menghasilkan kalori. Sakarin jauh lebih manis dibanding sukrosa.Namun sayangnya dalam konsentrasi sedang sampai tinggi bersifat meninggalkan aftertaste pahit atau rasa logam.
Sakarin adalah zat pemanis buatan yang dibuat dari garam natrium dari asam sakarin berbentuk bubuk kristal putih, tidak berbau dan sangat manis. Pemanis buatan ini mempunyai tingkat kemanisan 550 kali gula biasa. Oleh karena itu sangat populer dipakai sebagai bahan pengganti gula.
Dalam perdagangan dikenal dengan nama Gucide, Glucid, Garantose, Saccharimol, Saccharol, dan Sykosa. Harga sakarin paling murah dibanding dengan pemanis buatan lainnya. Sakarin dapat menghemat biaya produksi. Harga pemanis buatan jauh lebih murah dibandingkan dengan gula asli. Pemanis buatan hanya sedikit ditambahkan untuk memperoleh rasa manis yang kuat.
Sakarin merupakan pemanis alternatif untuk penderita diabetes melitus, karena sakarin tidak diserap lewat sistem pencernaan. Meskipun demikian, sakarin dapat mendorong sekresi insulin karena rasa manisnya; sehingga gula darah akan turun.
Padahal, konsumsi sakarin dalam jumlah berlebihan justru lebih berbahaya bagi kesehatan, karena sakarin bukanlah zat yang alami sehingga sulit dicerna tubuh. Bahaya penggunaan sakarin  ataupun pemanis buatan yang berlebihan banyak menimbulkan bahaya bagi kesehatan manusia. Separti  migrain dan sakit kepala       ,kehilangan daya ingat, bingung, insomnia, iritasi, asma, hipertensi, diare, sakit perut, alergi, impotensi dan gangguan seksual, kebotakan, kanker otak,kanker kantung kemihTikus-tikus percobaan yang diberi makan 5% sakarin selama lebih dari 2 tahun, menunjukkan kanker mukosa kandung kemih (dosisnya kira-kira setara 175 gram sakarin sehari untuk orang dewasa seumur hidup). Sekalipun hasil penelitian ini masih kontroversial, namun kebanyakan para epidemiolog dan peneliti berpendapat, sakarin memang meningkatkan derajat kejadian kanker kandung kemih pada manusia kira-kira 60% lebih tinggi pada para pemakai, khususnya pada kaum laki-laki. Oleh karena itu Food and Drug Administation (FDA), AS menganjurkan untuk membatasi penggunaan sakarin hanya bagi para penderita kencing manis dan obesitas. Dosisnya agar tidak melampaui 1 gram setiap harinya.
Sedangkan pemakaian sakarin menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI No 208/Menkes/Per/1V/85 tentang pemanis buatan dan Peraturan Menteri Kesehatan RI No 722/Menkes/Per/1X/88 tentang bahan tambahan pangan, menyatakan bahwa pada makanan atau minuman olahan khusus yaitu berkalori rendah dan untuk penderita penyakit diabetes melitus kadar maksimum sakarin yang diperbolehkan adalah 300 mg/kg. (Cosmas Surya Pambudi)
Sumber :
Saccharin (from Calorie Control Council, Atlanta (GA), United States). Link URL: http://www.saccharin.org/facts/sach_broch_final_406.pdf
Saccharin (from Wikipedia). Link URL:
http://en.wikipedia.org/wiki/Saccharin
Weihrauch & Diehl. Artificial sweeteners – do they bear a carcinogenic risk. Annals of Oncology 2004 (15): 1460-1465.
http://www.saccharin.org
http://en.wikipedia.org
http://www.deptan.go.id
http://www.femina.co.id
http://yellashakti.wordpress.com
Sumber Gambar:
http://news.charlesayoub.com/index.php/section/food/21