Apa itu senjata
kimia..? Senjata kimia adalah senjata yang memanfaatkan sifat racun senyawa
kimia untuk membunuh, melukai, atau melumpuhkan musuh. Penggunaan senjata kimia
berbeda dengan senjata konvensional dan senjata nuklir karena efek merusak
senjata kimia terutama bukan disebabkan daya ledaknya.
Menurut Konvensi
Senjata Kimia (Chemical Weapons Convention), yang dianggap sebagai senjata
kimia adalah penggunaan produk toksik yang dihasilkan oleh organisme hidup
(misalnya botulinum, risin, atau saksitoksin). Menurut konvensi ini pula,
segala zat kimia beracun, tanpa memedulikan asalnya, dianggap sebagai senjata
kimia, kecuali jika digunakan untuk tujuan yang tidak dilarang (suatu definisi
hukum yang penting, yang dikenal sebagai Kriteria Penggunaan Umum, General
Purpose Criteron).
Sejarah senjata
kima dimulai Hampir satu abad lalu, penggunaan senjata kimia skala besar
pertama kali terjadi pada tahun 1915 selama Perang Dunia I, ketika tentara
Jerman melepaskan gas chlorine yang terkompresi dari 5730 kontainernya pada
saat angin bertiup kearah Perancis yang berjarak beberapa ratus yards. Phosgene
dan berbagai senjata kimia lain juga digunakan dalam perang hingga pada
puncaknya Jerman mengenalkan “mustard gas” pada tahun 1917. Pada akhir PD 1
tahun 1918, semua kubu perang telah menggunakan berbagai macam senjata kimia
mematikan.
Senjata kimia
pemusnah masal memang telah digunakan pada awal tahun 1900-an, diikuti dengan
senjata biologis yang berstatus “weapons of mass destruction” pada tahun
1930-an lalu bom nuklir pada tahun 1940an. Protokol Geneva yang ditandatangani
pada tahun 1925 kini telah membatasi penggunaan senjata kimia dan biologis.
Walaupun sebagian besar negara yang hadir pada menyetujui perjanjian tersebut,
U.S bersikeras menolaknya hingga tahun 1975.
Berbagai senjata
kimia yang digunakan seperti Gas air mata,istilah yang digunakan untuk menyebut
gas kimia yang digunakan untuk melumpuhkan dengan menyebabkan iritasi pada mata
dan/atau sistem pernapasan. Gas air mata bisa disimpan dalam bentuk semprotan
maupun granat. Alat ini sangat lazim digunakan oleh kepolisian dalam melawan
kerusuhan dan dalam penangkapan. Bahan kimia yang sering dipakai pada gas air
mata antara lain gas CS, CN, CR, dan semprotan merica gas OC.
Sianida adalah senyawa kimia yang mengandung kelompok siano C≡N, dengan atom karbon terikat-tiga ke atom nitrogen.
Kelompok CN dapat ditemukan dalam banyak senyawa. Beberapa adalah gas, dan
lainnya adalah padat atau cair.
Phosgene, Senyawa ini tidak berwarna dan sangat
beracun, berbau sangat menyengat pada konsentrasi tinggi. Phosgene lebih berat
3,43 kali dari pada udara, memiliki titik leleh pada -118 C dan titik didih
pada 8,3 C. Phosgene beracun pada konsentrasi diatas 50 ppm (parts per million)
udara. Selama Perang Dunia 1, senyawa ini digunakan sebagai senjata kimia
pembunuh masal, dan sekarang senyawa ini digunakan sebagai senyawa pertengahan
pada sintesa senyawa organik seperti carbonic esters, isocyanates,
polyurethanes, dan digunakan dalam pembuatan pewarna.
Chlorine Gas, Pada temperatur ruangan, senyawa murni
Cl ini berbentuk gas berwarna kuning kehijauan dan berbau menyengat pada
konsentrasi tinggi. Senyawa murni Cl tidak tesedia bebas diudara, akan tetapi
berikatan dengan senyawa lain. Chlorine mudah bereaksi dengan air, logam dan
bahan organik. Chlorine memiliki titik leleh pada -101 C dan titik didih pada
-34,05 C pada tekanan atmosfer. Penggunaan Chlorine sebagai senjata kimia
tercatat mulai Perang Dunia 1 dan kini senyawanya digunakan sebagai bahan
pemutih pada kertas, membunuh bakteri, pembuatan bromine, tetraethyl dan
berbagai produk lainnya.
Agent Orange, Senyawa yang digunakan untuk membunuh
tanaman semasa Perang Vietnam ini disebut Orange karena kontainer pembawa
senyawa ini berwarna oranye. Beberapa senyawa herbisida lain yang terkenal pada
selama perang tersebut antara lain Agent Blue dan Agent White. Agent Orange ini
mengandung senyawa samping dioxins yang sangat berbahaya bagi hewan dan
manusia. Dioxins dapat menyebabkan cacat lahir dan kangker langka dan memiliki
efek yang berkepanjangan. Penggunaan senyawa ini selama Perang Vietnam di tahun
1970 masih ditemukan dampaknya pada anak-anak yang lahir di tahun 1996.
Nerve Gas, Sebagian besar gas syaraf termasuk
jenis organophosphates, sebuah tipe yang awalnya dikembangkan untuk digunakan
sebagai pestisida. Beberapa tipe yang ada termasuk inisialnya adalah Tabun
(GA), Sarin (GB), Soman (GD), dan yang paling berbahaya VX. Seseorang yang
menyentuh benda yang terkena VX, akan langsung terkontaminasi dosis yang
berbahaya dan senyawa VX akan terus berada pada tubuh korban selama
berminggu-minggu kemudian. (Cosmas Surya P)
Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Senjata_kimia
http://absoluterevo.wordpress.com/2011/12/12/senjata-kimia-pemusnah-masal/
http://id.wikipedia.org/wiki/Gas_air_mata
http://id.wikipedia.org/wiki/Sianida
http://teknologi.inilah.com/read/detail/1021102/sejarah-kelam-senjata-kimia-korea-utara
Sumber Gambar:
http://hizbut-tahrir.or.id/2009/01/07/biadab-israel-gunakan-senjata-uranium-dan-posfor-putih-yang-mengerikan/


